Friday, September 30, 2016

Flower adventure : Menanam bunga Lily

Bunga asiatic lily

Halo pembaca, terutama pekebun yang masih setia bertanam di segala macam cuaca.
Kemarin malam saat saya sedang berbaring menjelang berdoa sebelum tidur, ditengah rasa kantuk dan lelah, tiba - tiba terlintas ingatan kalau saya sama sekali belum berbagi cerita di bulan September yang sayangnya tidak terlalu ceria ini karena hari-hari kerap mendung dan hujan saja.
Menurut Bmkg, hal ini dikarenakan dampak dari badai La Nina yang membuat musim kemarau lebih pendek dari biasanya. Bahkan di daerah saya kok perasaan sepertinya tidak ada kemaraunya ya ?
Jadi kebalikan dengan tahun 2015 lalu dimana musim kemarau di Indonesia justru lebih panjang dari biasanya akibat pengaruh badai El Nino.

Terus terang saya lebih senang menerima musim kemarau yang pendek dibandingkan musim kemarau yang panjang.

Bagi pekebun, musim kemarau yang lama dan panjang artinya sebuah penderitaan karena keterbatasan air padahal justru tanaman harus sering disiram karena cuaca panas dan kering.

Tapi bagaimanapun situasinya menjadi seorang pekebun bukan hal mudah dan banyak tantangan.
Terutama menanam jenis tanaman yang di tempat yang jauh berbeda dengan daerah asalnya.
Menjaga para tanaman agar bisa tumbuh dengan subur dan akhirnya menghasilkan tentunya adalah hal yang sangat menggembirakan. Betul atau benar... hehe

Nah cerita saya kali ini adalah mengenai petualangan saya menghadapi tantangan menanam salah satu bunga yang terkenal, yaitu bunga Lily.
Karena terus terang hal - hal yang akan saya ceritakan menurut saya masih jarang ditemui di negeri kita tercinta ini sehingga bagi beberapa dan bisa jadi banyak orang sebelumnya terdengar meragukan.
Makanya saya beri judul tambahan Adventure yang artinya petualangan.

Yang mendapat kehormatan sebagai tokoh utama (sinetron kali.. hihi..) dalam serial petualangan bunga pertama adalah bunga Lily. Yang saya maksud adalah bunga lily benaran yaa atau istilahnya true lily, bukan bunga lily seperti rain lily, calla lily, spider lily dan sebagainya.

Kenapa sih bunga lily dianggap istimewa ? Karena bunganya yang besar, cantik dan cukup tahan lama sebagai bunga potong. Bahkan beberapa jenis lily terkenal dengan keharumannya.
Tidak heran kalau banyak aneka produk terutama kecantikan memakai keharuman bunga lily sebagai pemikatnya.
Namun sayang bunga Lily masih sangat jarang ditemui kecuali di dataran tinggi yang yang ditanam oleh petani bunga untuk memenuhi kebutuhan pesanan bunga potong di toko bunga.

Pasti sahabat pekebun semua tahu kenapa bunga Lily di negara tropis ditanam di dataran tinggi ?
Karena bunga lily menyukai lokasi penanaman yang tanahnya subur dan gembur dengan suhu tidak terlalu panas untuk pertumbuhan maksimalnya.

Lantas bagaimana dengan pekebun bunga di dataran rendah di iklim tropis yang panas ini ?
Masa harus bermuram durja karena sedih hati tidak bisa menanam dan melihat sendiri mekarnya bunga Lily ?
Jangan dong,... Justru disinilah letak petualangannya. Mencoba hal yang belum pernah kita coba sebelumnya.
Nah makanya saya membagikan pengalaman saya menanam umbi bunga lily yang asalnya dari negara 4 musim di benua Eropa sana.

Di awali dengan rasa penasaran akhirnya saya cobalah optimis menanam umbi bunga Lily.
Begitu optimisnya saya walaupun minim pengetahuan tentang bunga lily, saya langsung mencoba sekitar 3 jenis lily dengan total umbi lebih dari 7 umbi.
Ternyata di pengalaman pertama itu rasa optimis saya yang over dosis berhasil membuahkan kesuksesan. Yaitu sukses gagal total ya pembaca semuanya hiks hiks...
Sepertinya bukan salah umbinya sih. Bisa jadi itu salah saya yang kelewatan mencurahkan kasih sayang tanpa pengetahuan mengenai sebenarnya apa yang mereka perlukan.

Sudah mulai bertunas dan menjanjikan harapan
Namun saya juga ngga seratus persen salah kok  ( membela diri sedikit hehe..)
Ya wajarlah saya mengira karena mereka berasal dari tempat sejuk ya maunya sejuk melulu.
Jadinya dari sejak awal tanam mereka tetap saya taruh di lokasi teduh. Sering disiram dan media tanam berpupuk terbaik penuh gizi.
Ternyata bukannya senang malah hari berganti hari keadaan mereka bukannya sehat tapi malah memprihatinkan. Hingga suatu hari mereka mati, busuk sampai ke umbi.
Kecewa dan sedih sudah pasti saya rasakan. Apalagi umbi tersebut bukannya mudah didapat dan harganya juga tidak murah. Mana bayangan saya akan taman indah yang didalamnya juga ada bunga lily bermekaran buyarlah sudah.

Ok setelah berduka sebentar, sikap optimis kembali mengambil alih. Kembali mencoba beberapa jenis umbi dan saya mencoba mengambil pelajaran dari kegagalan pertama yang bisa saya dapatkan sebelumnya.
Kali ini saya mencoba meletakkan mereka ditempat yang terkena sinar matahari. Seperti normalnya kebanyakan tanaman yang saya miliki. Hasilnya ?
Seperti tanaman saya lainnya, tanaman bunga lily saya perlahan tapi pasti tumbuh sehat dan segar.
Awalnya tunasnya semakin meninggi dan menghijau. Begitu girangnya saya sampai setiap bangun tidur saya selalu sempatkan menengok mereka.
Tapi sayangnya ternyata pengalaman kedua ini belum berakhir bahagia.

Kok lama-lama daunnya tampak lunglai, menguning lalu berubah coklat dan akhirnya layu. Padahal belum sempat berbunga lho huhu...
Perkiraan saya karena rupanya juga mereka belum siap terkena sangarnya matahari khatulistiwa ini.
Daripada sedih berkepanjangan, sisa umbi mereka yang tampaknya tak keruan akhirnya saya buang saja dibawah pohon cherry barbados. Saya pikir ikhlaskan saja paling tidak bisa jadi kompos.
Umbi-umbi yang rusak tidak ada fotonya karena saya malas dan hilang mood untuk foto-foto.

Tapi toh belum juga jera, setelah uang tabungan cukup lagi saya masih saja optimis ingin membeli dan mencoba kembali  *bandel kan haha...
Kali ini saya juga mulai serius mencari dan mempelajari informasi mengenai bunga lily ini dari berbagai situs di internet yang berlokasi di luar negeri.
Dan berdasarkan hasil membaca tersebut saya mengetahui bahwa jenis bunga lily ada bermacam-macam. Yaitu asiatic hybrids, martagon hybrids, candidum hybrids, american hybrids, longiflorum hybrids,trumpet and aurelian hybrids, oriental hybrids, interdivisional hybrids dan species lilies.
Lebih lengkap dan jelasnya mengenai jenis lily bisa dibaca di situs Lilies.org dengan link berikut Types of Lilies.

Dan dari hasil mencari dan membaca termasuk di situs lainnya saya juga mengetahui kalau yang paling mudah beradaptasi walaupun bukan di daerah sejuk dibandingkan jenis bunga lily lainnya adalah bunga lily tipe asiatic lily dan easter lily disusul oleh LO lily (Lilium longiflorum x Oriental Hybrid) kemudian OT lily ( Oriental x Trumpet hybrid).

Saya juga jadi mengetahui bahwa tanaman lily senang dengan jenis tanah yang gembur dan subur berhumus dengan drainase yang baik.

Nah berbekal tambahan pengetahuan tersebut saya mencoba lagi deh.
Saya mencoba berbagai jenis lily lagi, terutama yang katanya tergolong mudah beradaptasi dan toleran suhu panas itu.
Akhirnya di kesempatan ketiga, petualangan saya terasa sensasi indahnya.
Saya bisa menyaksikan sendiri dan menyentuh serta mencium langsung bunga lily.
Berikut foto-foto yang sempat saya ambil sebagai dokumentasi kisah petualangan saya :
Pink asitic lily dari mulai bertunas hingga berbunga

Kesimpulan awal yang bisa diambil dari pengalaman saya berpetualang di dunia lily adalah bahwa di Indonesia yang merupakan negara tropis dan terutama dataran rendahnya bersuhu panas hampir sepanjang tahun ( kecuali musim hujan yang agak sejuk sedikit). Bunga lily menyukai umbinya ditanam di tanah yang gembur, subur dan lembab serta tidak terkena sinar terik matahari langsung.
Namun lokasi penanaman masih hangat dan terang sehingga proses fotosintesisnya berjalan baik.

Jika semua ini terpenuhi maka bunga lily akan tumbuh subur, berbunga bahkan beranak pinak.
Dan kita bisa dikatakan berhasil kalau umbi-umbi anakan lily tersebut juga berbunga. Artinya bahwa tanaman bunga Lily kita mulai beradaptasi dengan situasi dan kondisi di tempat kita.
Bahkan setelah 2 tahun berturut-turut mencoba tanaman bunga Lily saya makin kagum dan sayang dengan mereka. Karena ternyata mereka termasuk tanaman tangguh juga.
Hal ini dibuktikan bahwa selama umbi mereka masih baik mereka akan berusaha selalu bertahan.
Contohnya sisa umbi lily yang saya buang, yang bagiannya sudah tercerai berai malah tumbuh tanaman lily baru di beberapa bagian itu. Mohon maaf karena terbalik pas menggabungkan fotonya. Seharusnya foto yang paling awal itu berada diurutan terakhir gambar berikut ini supaya lebih jelas dipahami. Tapi udah terlanjur dan saya malas untuk membetulkan hihi..

Dikira rusak dan akhirnya dibuang malah tumbuh

Perhatikan bahwa setiap setiap lapisan umbi lily berakar pada bagian pangkalnya dan menumbuhkan umbi baru yang ukurannya mini.
Betapa Tuhan yang Maha Kuasa benar-benar penuh kasih sayang dengan menganugerahkan sel setiap mahluk hidupnya kemampuan dan semangat berjuang.
Dengan menjadi pekebun kita semakin sadar akan hal-hal yang tampak sederhana namun sebenarnya luar biasa lho.

Sedikit informasi tambahan kalau kita tidak perlu kaget jika misalnya bunga lily milik kita yang mekar sedikit berbeda dengan bunga lily yang mekar di daerah yang suhunya sejuk.
Biasanya warnanya cenderung lebih pucat dan samar, namun masih sangat layak dipandang kok.
Saya berharap sih lama kelamaan lilynya makin pintar beradaptasi dan hal tersebut tidak mengganggu lagi. Penjelasan dan contoh perubahan warna lily bisa dibaca di sini ya.. Lily flower colors

Semua situs yang saya cantumkan linknya dihalaman ini berbahasa inggris, kalau tidak paham coba gunakan google translate. Paling tidak bisa menangkap maksudnya walaupun mungkin ada terjemahan yang tampak kurang pas hehe..

Apa petualangan saya dan bunga Lily sudah berakhir ? Belum dong.. masih banyak jenis lily lain yang masih dan ingin saya coba.
Bahkan umbi bunga lily saya punya dan sudah berbunga mulai beranak pinak dan sekarang anak-anaknya tampak akan berbunga juga. Makin bersemangatlah saya.

Tampak di foto dibawah ini kalau batang utama lily yang telah berbunga lama kelamaan layu dan kering sementara tumbuh umbi-umbi baru disekitar umbi utamanya.
Beberapa ada yang saya pisah dari induknya namun ada pula yang saya biarkan.

Umbinya beranak pinak 

Contoh dari anakan umbi yang sudah membesar dan beberapa siap berbunga kembali.
Bahkan menurut saya ada yang ukuran tanamannya masih terlalu kecil untuk belajar berbunga. Udah tidak sabar menunggu dewasa dan ingin segera merasakan cinta rupanya.. eh ??

Ramai ramai mau berbunga

Bagaimana pekebun semua ? Tertarik berpetualang juga ?
Kalau iya siapkan sarung tangan, sekop dan senjata berkebun lainnya termasuk sedikit ilmunya buat bekal awalnya.. Lalu pilih ingin berpetualang dengan tanaman apa..
Semoga petualangan kalian mendebarkan tapi sekaligus menyenangkan yaaa...
Salam Florian ... ^_^



19 comments:

  1. Saya mengharapkan sekali mbak terus menulis dan bereksperimen. Tulisan mbak segar dan menyenangkan bagaikan bunga. Semangat mbak kuat dan indah sangat membanggakan. Pokoknya bagi saya mbak adalah sumber inspirasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. ah jadi malu nih bu dipuji sedemikian rupa. Padahal masih jauh dan belum pantas rasanya.
      Tapi terimakasih banyak untuk dukungannya ya bu, semoga saja pengalaman yang saya tuliskan di blog ini banyak memberi manfaat kepada yang membacanya :)

      Delete
  2. Foto terakhir bagus banget mbak rame bunga lilynya :) . Iya tuh metan lily klo gembur dan lembab bunga lily akan tumbuh subur, klo ga ada muncul bakal bunga biasanya aku babat habis sampai dekat umbi, pasti ada yg salah jd ku tanam ulang deh.

    2 thn lalu anakan lily ku buanyak banget tp skrg ga ada semua habis ga ke urus hehe.. thn depan bebruru lily unik lainnya deh :) . Salam hijau ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh bisa ya kalau tanaman Lily yang gagal berbunga dipangkas habis begitu mbak ?
      Terimakasih deh tipsnya, nanti bisa kucoba untuk tipe Lily yang agak rewel hihi..
      Salam hijau juga ya mbak :)

      Delete
  3. bunga lilynya bagus mbak, jadi ngiler
    kira2 bisa hidup nggak ya kalau ditanam di daerahku yang rata2 suhunya 30an derajat bahkan lebih?
    oh ya mbak maaf, mau beri masukan kalau boleh link blognya dibuat open link in new tab aja,
    jadi kalau link-nya di klik kita nggak harus pindah dari blog ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak, daerahku juga suhu rata-ratanya 30 celcius lebih. Dataran rendah juga soalnya :)
      Iya kadang pas menyelipkan link saya suka lupa centang open link in new tabnya hehe..

      Delete
  4. maaf mau tanya mbak, itu umbinya beli dimana ya..? terimaksh.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umbinya beli di Eropa ^^
      Tapi saya ada jual umbinya bila musim tanamnya sudah tiba.
      Rajin-rajin saja menengok blog saya sekitar bulan Mei dan Juni :)

      Delete
  5. Terimakasih atas sharing ilmu dan pengetahuannya. Semoga selalu menjadi manfaat bagi semuanya. Salam sukses selalu. Amin
    http://tokokaranganbungapapan.klikspo.com/

    ReplyDelete
  6. Salam kenal mbak...
    Mbak mau tanya.. saya punya easter lily belum berbunga terus lama-lama kok layu sendiri pohonnya dan akhirnya mati.. pas ku cabut ada umbinya.. cara biar umbi tsb tumbuh tunasnya gimana ya? Terus perlakuan yg baik buat lily gimana.. apa harus selalu di tmpat teduh, basah, atau malah full sun. Terimakasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga :)

      Biasanya tanaman lily walaupun tidak berbunga akan tetap hidup umbinya bahkan memunculkan umbi anakan di sekitarnya.
      Asalkan lily ditanam ditanah lembab (bukan basah apalagi becek) yang subur serta gembur (porous).

      Kalau saya meletakkan pot tanaman lily pada posisi yang terkena matahari pagi hingga tengah hari.

      Delete
    2. O.. ok mksh infonya mbak.. sama satu lg.. nanem umbinya sebaiknya nongol di permukaan tanah atau di kubur agak dalem..
      makasih mbak... ^_^"

      Delete
    3. Kalau di luar negeri sih disarankan dikubur umbi lilynya.
      Tapi kalau saya sih kubur setengahnya aja, alias masih kelihatan bagian atas umbinya. Yang penting tanahnya lembab aja :)

      Delete
  7. Mbak aku pngen lah beli lilynya.. tp yg diambil dari anakan punyak mbaknya... Yg udh bisa adaptasi ma iklim indo.. hehe.. :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk saat belum bisa, karena baru sedikit dan umbinya juga masih belum besar. Insyaallah nanti kalau umbi anakannya sudah banyak dan besar akan dimasukkan katalog kok hehe.. Supaya pencinta tanaman bunga lainnya juga bisa memilikinya :)

      Delete
  8. Mbak kalo liliumnya selesai berbunga, umbinya dibiarkan saja dipotnya ya mbak sampai tumbuh tunas baru, atau dibongkar keluarkan umbinya dari pot untuk proses dormasi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya sih saya biarkan saja di potnya mbak. Soalnya umbinya nanti beranak dan nanti anakannya akan tumbuh dan berbunga juga

      Delete
  9. Assalam..terimaksh atas tulisan anda.sy juga sdng cuba menanam bunga lilies.semoga dgn info dari tulisan anda sy juga berjaya menanam lilies..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walaikumsalam.. semoga tumbuh subur semua tanaman lilynya

      Delete

Budayakan komentar yang baik ya...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...