Friday, October 9, 2015

Beberapa tips awal berkebun


A new life begin
Tulisan ini saya persembahkan kepada kawan-kawan yang baru mulai berkebun, karena pertanyaan-pertanyaan merekalah akhirnya timbul ide untuk menulisnya.
Menulisnya pun tidak sekaligus selesai, tapi berhari-hari. Apalagi belakangan ini pemadaman listrik di daerah saya tinggal terjadi setiap hari. Bahkan bisa siang malam.

Meskipun sebenarnya sudah saya berikan garis besar panduan standar penanaman benih tanaman di halaman ini. Namun rupanya beberapa masih bingung dan perlu tambahan penjelasan.
Nah daripada daya mengulang-ulang penjelasan yang sama ke setiap penanya. Mendingan dibahas disini saja biar yang lain juga bisa mengetahuinya.



Pertama-tama saya ceritakan dulu kenapa pada paket benih yang saya jual tidak tercantum cara penanamannya. Ini beberapa alasannya :

Boros waktu, kertas dan tinta 

Kenapa saya katakan boros ? Karena kalau setiap paket yang harganya cuma Rp 5000,- kalau             dibuatkan cover benih yang indah secara berlebihan serta dilengkapi panduan tanam yang lengkap kebayang kan berapa lama waktu dan besar biaya yang harus saya keluarkan ?
Dari mencetaknya, bolak balik beli tinta printer yang mahal dan belum lagi kertasnya yang ujung-ujungnya biasanya hanya dibuang pembeli, bertentangan dengan tujuan utama saya berkebun.
Ya iyalah, secara ingin menghijaukan dan melestarikan lingkungan kalau kita boros energi listrik       dan boros kertas sama saja bohong.

Jadi alasan ini mirip alasan saya belum mau hidroponik selama masih punya lahan dan selama         belum ada pompa air tenaga surya. Karena sepanjang pengetahuan saya hidroponik disini sistem pengairannya menggunakan pompa air listrik biasa. Tidak kuat beli pulsa listriknya itu.. termasuk malas beli nutrisi dan hitung-hitungannya itu lho hehe..
Semoga saja suatu hari nanti ada pompa air tenaga surya, pendingin ruangan tenaga surya dan lainnya, terutama yang merupakan hasil karya anak bangsa.

Lagipula sebagaimana diketahui kalau suatu produk biaya produksi alias modalnya besar tentu saja harga jualnya jadi mahal.
Berhubung saya ingin mengajak sebanyak mungkin orang untuk berkebun walaupun hanya di rumah maka cara saya menjangkau mereka adalah dengan menyediakan benih berkualitas dengan harga ramah.

Ketidaksesuaian cara tanamnya

Adalah alasan selanjutnya saya tidak menyertakan cara tanam pada kemasan. Karena rata-rata benih yang saya jual adalah benih impor dari luar negeri yang pada kemasannya aslinya memang terdapat petunjuknya, namun hanya 2-3 hal yang bisa diterapkan di Indonesia.
Misalnya semainya bulan tertentu dengan suhu tertentu di dalam ruangan pula, karena di sana negara 4 musim jadi harus benar-benar menanam di saat yang tepat. Menjelang musim semi atau diawal musim gugur misalnya.
Beda dengan di Indonesia yang bisa menyemai dan menanam setiap saat sepanjang tahun.
   
Maka dari itu saya berinisiatif membuat halaman khusus panduannya berdasarkan yang biasa               diterapkan dan terbukti berdasarkan pengalaman baik saya sendiri maupun gardeners lain.
Bahkan secara logika pun bisa diterima kok kalau benih tanamannya kecil/halus ya menyemainya harus dipermukaan karena mana kuat disuruh menembus media tanam diatasnya. Keburu mati kehabisan energi mereka.
Lebih besar ukuran benihnya bolehlah agak dalam karena biji yang lebih besar punya tenaga lebih kuat untuk mendorong dan muncul ke permukaan.
   
Namun sebenarnya yang paling di perlukan benih saat persemaian kuncinya adalah kelembaban dan kehangatan yang pas.
Ingat tidak berapa banyak dari kita yang pernah melakukan percobaan kecambah kacang hijau saat di sekolah dasar dulu. Biji kacang hijau cukup di rendam air lalu ditaruh di kapas lembab dalam toples ditaruh di suhu ruang maka dalam beberapa hari sudah jadi kecambah.

Sebagai contoh bisa dilihat digambar di bawah dimana biji benih Rosella yang tumbuh sendiri didalam kelopak bunganya saat akhir musim hujan. Suhu yang pas hangatnya berpadu dengan sisa kelembaban air hujan didalam bunganya membuat benihnya tumbuh bahkan sebelum disemai ditanah.

Benih rosela yang tumbuh dalam kelopak bunga

Oleh sebab itu jangan pusing tujuh keliling memikirkan harus ditempat terang atau gelap dulu menyemainya. Biarkan secara alami mengalami suasana siang dan malam yaitu terang dan gelap. Karena menurut saya pengaruhnya baik sekali bagi tanaman jika terbiasa belajar beradaptasi dengan lingkungan sedini mungkin.

Cahaya matahari mutlak dibutuhkan setelah benih sukses berkecambah karena benih sudah mulai berdaun alias sudah siap memasak makanan. Hanya intensitasnya saja yang perlu disesuaikan dengan jenis tanaman.

Jadi sebenarnya tidak repot-repot amat kalau mau berkebun, dibawa senang dan dinikmati saja setiap prosesnya. Anggap sebagai bagian proses pembelajaran bagi pendewasaan diri karena kesabaran, keuletan dan belas asih kita agar teruji.
Jangan lupa pula semakin sering suatu hal dilakukan maka kita akan semakin berpengalaman dalam hal tersebut.

Saran saya bagi pemula saat menanam cobalah menanam tanaman yang mudah juga saat menanam tanaman yang sulit. Misalnya saat mencoba menyemai benih bunga lavender jangan lupa meyemai benih bunga lain seperti cosmos.
Jadi kalaupun lavender gagal anda masih punya kecantikan bunga lain dan kecewanya tidak sampai membuat putus asa dan malas menanam lagi.

Oh ya, satu lagi kenapa kemasan saya menggunakan plastik ziplock, karena plastik ini mudah pakai dan juga bisa digunakan berulangkali.
Jadi jika kawan sudah berhasil menanam dan berniat memanen dan menyimpan benihnya maka plastik ziplock yang kondisinya masih bagus juga bisa digunakan kembali.
Lebih bersahabat dengan alam kan daripada buang-buang kemasan dan meyampah saja.

Kesimpulannya menurut saya yang paling penting adalah benih yang bagus dengan harga yang terjangkau.
Kenapa saya tahu ini penting ? Karena saya sendiri seorang gardeners lho, meskipun cuma kelas rumahan dan masih amatir pula.

rudbeckia cherry brandy seedlings
Rudbeckia cherry brandy ditanam dari benih
Ok lanjut ke beberapa tips menanam benih yang sering dianggap susah di semai ya.. Sebut saja petunia, torenia, rudbeckia, mint dsb
Kebanyakan sih karena ukuran benihnya yang halus.
Rata - rata sih disarankan mencampurkan dulu dengan pasir baru di tabur di persemaian. Hal ini optional tergantung kemauan dan keperluan saja.
Namun saya jarang sekali pakai cara ini karena kadang saya malas mencari-cari pasirnya itu lho jadi langsung main semai saja.
Justru yang jadi perhatian saya adalah media dan wadah persemaiannya.

Untuk benih halus saya suka menggunakan wadah-wadah yang punya penutupnya. Tak perlu beli sih, cukup memulung saja hehe..
Favorit saya adalah wadah plastik bekas minuman atau makanan.
Tak perlu dilubangi juga tidak apa-apa asal bisa mengatur kadar penyiramannya jangan sampai terlalu becek apalagi menggenang.

growing torenia lemon drop from seeds
(atas) Torenia lemon drop dari benih yang sudah bongsor
Contohnya bisa dilihat dari beberapa gambar di atas, saya menanam bunga-bungaan yang benihnya halus. Ada Torenia lemon drop dan Rudbeckia cherry brandy.
Penting sekali menyemainya di wadah yang memiliki penutup karena bisa menjaga kelembaban benihnya.
Jangan lupa lokasinya yang usahakan terlindung dari sengatan panas matahari dan hujan secara langsung dulu.
Setelah berhasil tumbuh dan agak besar barulah di pindahkan ke pot. Punya saya itu torenianya rada telat mindahnya karena banyaknya kesibukan hehe..
Penting di ketahui untuk penyiraman benih yang halus agar menggunakan botol sprayer dengan jenis semprotan kabut (mist), tujuannya agar benihnya tidak hanyut ke sana kemari atau malah tergenang dan akhirnya tertimbun media tanam.

Sedangkan untuk benih yang ukurannya sedang anggaplah seperti geranium yang ukurannya sedikit mirip beras, bisa menggunakan tray semai. Tanam sedalam 1/2 cm, siram dan jaga kelembabannya.
Perlu diketahui bahwa meskipun biji yang dihasilkan dari kelopak bunga yang sama sebelumnya, namun lama tumbuh biji-biji tersebut bisa berbeda waktunya.
Ada yang cepat tumbuh dalam hitungan hari, ada pula yang lambat dalam hitungan minggu.
Karena itu saya sering menyarankan saat menyemai paling tidak tunggu hingga 2-4 minggu untuk tanaman musiman (annual) dan paling tidak 4 - 6 minggu untuk tanaman tahunan (perennial dan biennial).
Benih geranium Pinto bicolor yang satu ini telat tumbuhnya. Untung belum keburu dibuang

Kalau kalian termasuk lazy gardeners (seperti saya) dan lebih suka pasrah pada alam bisa juga menyemai benih di pot tanaman lain.
Cara ini juga sering berhasil terutama untuk benih yang ukurannya tidak terlalu kecil, seperti basil,vinca, gailardia dll.
Karena media tanam ternaungi oleh tanaman diatasnya sehingga suhunya tidak terlalu panas dan media tidak cepat mengering. Untungnya lagi saat menyiram tanamannya kita juga ikut menyiram benih yang numpang semai disitu hehe..
Nanti jika benihnya sudah tumbuh besar terserah ingin dipindahkan atau tidak. Kalau sama-sama tipe tanaman penyuka panas dan potnya cukup besar ya bisa dibiarkan saja.

gailardia goblin seedlings
Benih gailardia goblin yang tumbuh di pot amarylis

Kalau ada yang bertanya boleh tidak sebelum disemai benih-benihnya saya rendam dulu ?
Jawabnya tentu boleh saja, terutama untuk benih yang kulit luarnya keras atau benih yang sulit dan perlu waktu lama untuk tumbuh.
Perendaman bisa dengan menggunakan air biasa atau air yang di beri zpt yang juga mengandung fungsida atau bahan lainnya.
Berapa lama perendaman ? Kebanyakan dilakukan sampai biji yang kering dan keras mulai terlihat segar dan mengembang. Rata-rata antara 2 hingga 24 jam  tergantung benihnya.

Perlu di ingat agar biji yang lama direndam sebelum disemai sebaiknya setelai disemai jangan sering disiram. Karena lebih rawan busuk bahkan sebelum tumbuh.
Namun jika penyiramannya diatur secukupnya maka kemungkinan tumbuhnya lebih cepat dan mudah dibandingkan yang tanpa melalui proses perendaman.

Yang tak kalah penting adalah setelah penyemaian sukses yaitu untuk menempatkan tanaman di lokasi sesuai dengan sifat /kebutuhan tanaman tersebut, apakah penyuka sinar matahari langsung atau sebaliknya.
Begitu juga apakah tanaman tersebut tahan / suka basah karena sering terkena air hujan atau tidak.

Nah bagaimana kawan-kawan, mulai punya gambaran yang jelas tidak tentang proses dan cara menanam tanaman dari benihnya ?
Atau kawan-kawan punya pengalaman dan tips serta trik sendiri saat menyemai benih ?
Alangkah bermanfaatnya kalau bisa dibagi dengan kawan-kawan lainnya yang sedang semangat belajar berkebun.






















     

6 comments:

  1. Benerr bangett mbak apa yg bisa dihemat utk menekan biaya jual biasanya kulakukan juga. Mending bikin panduan tanam di blog, nanti yg beli klo nanya tinggal dikasih linknya. Plastik ziplock aku pesan banyak ketika mamaku berkunjung ke rumahku. Pengen deh bisa jual ketengan, cuma daku malesss pisah2nya hahaha.. takut ga laku sisanya juga sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, sekalian mengajak teman-teman yang minat menanam biar semangat belajar dan rajin membaca.
      Soalnya biar teorinya selengkap dan sebanyak apapun kalau ngga dipraktekin sendiri kayaknya tetap ngga banyak gunanya hehe..

      Lho memangnya disana susah dapetin plastik ziplock ya mbak ?

      Delete
    2. saya juga baru hobi berkebun, menanam sayuran atau bunga bisa ngilangin stres krn kerjaan di kantor,

      Delete
    3. Iya mbak, berkebun bagi saya merupakan obat stres paling manjur deh hehe..

      Delete
  2. Kak berarti kalau ingin menanam bibit tumbuhan impor di indonesia bisa kapan saja ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sebenarnya bisa kapan saja terutama jika bibit yang tergolong tanaman musim panas.
      Kalau bibit tanaman musim semi memang agak repot dan perlu perlakuan tersendiri tapi bukan berarti mustahil lho :)

      Delete

Budayakan komentar yang baik ya....

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...