Sunday, July 31, 2016

Bulan Juli, ada cerita apa ya di kebun ?




"Yahhh.. hujan lagi.. hujan lagi... ", kata anak saya yang paling besar. Maklumlah kalau dia kecewa, karena seharusnya hari itu adalah hari dimana kami sekeluarga berencana berkemah / camping di kebun. Lagipula semua persiapan sudah beres, dari tenda hingga ikan gurami besar yang didapat dari hasil memancing di danau oleh sang ayah bersama teman-temannya. Semua sudah bersemangat membayangkan menyantap ikan bakar sambil menatap langit malam penuh bintang.
Namun apa boleh buat rupanya rencana tersebut harus ditunda dulu. 

Akibat rencana gagal dan merasa bosan karena sisa liburan kebanyakan hanya diisi dengan berada seharian di rumah, timbullah keisengan mereka.
Lihat saja foto di bawah ini mereka bermain laga ikan dan kucing. Mereka ingin tahu apakah ikan atau kucing yang kalah. Karena ikan guraminya memang ukurannya besar. Tapi tentu saja cuma pura-pura, soalnya itu ikan digerakkan oleh mereka. Dasar kurang kerjaan ya hehe...
Dan yang jadi target keisengan mereka adalah Mister T. Kucing jantan di rumah. Karena kucing ini yang paling aktif , lincah dan berisik.
Penasaran dengan reaksinya, saya sempat menengok dan memfoto ekspresi Mister T yang lucu.
Coba tebak apakah dia merasa waspada karena takut, merasa aneh ataukah cuma bingung ?

Si Mister T waspada dan bingung
Yang jelas drama dadakan itu cuma berlangsung sebentar saja karena kemudian lewatlah penjual jagung rebus di depan rumah. Akhirnya para manusia iseng itu ada kesibukan lain yaitu mengunyah jagung rebus. Pasti Mister T merasa lega hihi..
Seandainya itu ikan sudah digoreng atau dibakar mungkin lain lagi ceritanya.

Nah karena semua sedang sibuk, saya bisa tenang menyiapkan cerita berikut foto-foto tentang situasi kebun di bulan Juli 2016 ini. 
Sebelumnya tolong abaikan dimana terlihat rumput yang tinggi dan hal yang kurang sedap dipandang lainnya. Liburan panjang lebaran ini membuat malas beres-beres kebun. 
Lebih enak bersantai nonton televisi ditemani kopi susu sambil menghabiskan sisa kue kering lebaran kan ?  

Oh iya sebelumnya saya mengucapkan selamat Idul Fitri 1437 H. Mohon maaf atas segala kesalahan yang mungkin tak sengaja saya lakukan. Baik pada tulisan ataupun pelayanan terhadap para pembeli yang mungkin ada yang dirasakan kurang berkenan.

Baiklah, tanpa panjang lebar lagi saya mulai bercerita ya...
Bulan Juli yang seharusnya menjadi bulan dimulainya musim panas alias musim kemarau ternyata hujan masih kerap terjadi. Mungkin ramalan cuaca bmkg mengenai musim kemarau basah akan benar-benar terjadi. Untung saja hingga tulisan ini saya buat, kondisi tanaman di kebun tidak terlalu terpengaruh. Semoga saja begitu seterusnya aaminn...

Diawali dengan cerita mengenai buah strawberry alpine yang berbunga, kini bunganya sudah menjadi buah dan masih terus berbunga. Senangnya bukan kepalang.
Saking senangnya saya lupa mengambil foto strawberry yang telah matang karena sudah tak sabar mencicipi rasanya. Tahu-tahu sudah di mulut saya aja hehe... Untunglah masih ada foto strawberry alpine yang belum matang sebagai dokumentasi.

Bunganya semakin banyak


Bakal buah strawberry alpine, bentuknya lebih lonjong

Ukurannya memang kecil dan lebih lonjong dibanding strawberry kebun biasa.
Sejauh ini buah strawberry alpine yang saya lihat walaupun yang paling besar sekalipun tidak ada yang sampai melebihi jempol tangan orang dewasa. Tapi tenang saja, meskipun begitu buahnya banyak dan rasanya enak.. Sepadan dengan perjuangan menanamnya dari biji. Yang tertarik mengetahui cara menanam strawberry dari biji dengan metode kapas / tisu bisa membaca tulisan saya sebelumnya Di sini

Selanjutnya yang jadi kejutan adalah pohon jambu air yang saya tanam dari cangkokan satu setengah tahun yang lalu juga berbuah. Walaupun akhir tahun lalu sudah pernah berbunga tapi mungkin karena pertama kali alias masih baru belajar jadi bakal buahnyanya rontok semua. Nah dibulan ini ada beberapa bakal buah yang bertahan dan matang.
Sayang barang buktinya (lagi-lagi) sudah lenyap di mulut saya hehe..

Pepper corno di toro giallo
Yang berikut ini adalah buah yang dimasukkan kategori sayur.
Yaitu cabe asal italia yang namanya pepper Corno di toro.
Artinya kalau tidak salah tanduk banteng. Katanya sih karena mirip tanduk banteng jadi dinamakan seperti itu.
Pepper Corno di toro ini ada 2 jenis yaitu yang warna merah dan warna kuning oranye.
Yang merah di sebut corno di toro rosso sedangkan yang kuning disebut corno di toro giallo.
Nah kebetulan yang lebih dulu berbuah adalah yang kuning.
Ukurannya lumayan besar. Bahkan sepertinya bisa lebih besar seandainya dapat perawatan maksimal.

Cabe ini jauh lebih kami sukai daripada paprika. Rasanya renyah, manis dan hanya sedikit pedas dengan ketebalan daging buah yang sedang. Tipe cabe yang disukai suami.
Suami saya memang kurang menyukai paprika, karena daging buahnya yang tebal dan keras tapi rasanya agak hambar.
Kurang pas dimakan segar tanpa di masak dulu. Saya sih tidak masalah toh harga paprika juga mahal jadi untung malahan karena irit hihi...

Jadi sewaktu cabe Corno di toro ini saya iris dan dicampur acar untuk teman makan martabak, acarnya laris manis tidak bersisa.
Padahal biasanya kalau di acar itu ada aja cabe rawit yang tersisa.
Tapi memang mana ada juga sih anak-anak yang mau menggigit dan mengunyah cabe rawit yang pedasnya gila ?

Nah dengan pepper Corno di toro ini, bisa juga jadi solusi pengganti cabe yang paling enak dan menarik bagi anak-anak. Apalagi menanamnya juga tidak sesulit paprika yang lebih suka iklim sejuk.
Makanya kalau sayang anak yuk tanam cabe ini (nyelipin promosi)..

Cukup dulu cerita yang enak-enaknya sebelum ada pembaca yang mulai menggerutu hihi..
Pindah ke bagian yang cantik dan indah-indah saja.
Keindahan pertama ada pada tulisan kali ini yaitu berasal dari bunga gailardia. Bunga ini termasuk bunga penyuka sinar matahari lho.
Warnanya yang terang dan cantik pas sekali ditanam di pot ataupun langsung di tanah di kebun.
Ini bunga juga sama minim perawatan dengan bunga penyuka panas lainnya. Tapi hasilnya tetap saja cantik. Malahan menurut saya semua yang ada di bunga gailardia ini cantik. Dari daunnya, bunganya, bahkan setelah kelopak bunganya rontok bakal bijinya tetap saja cantik karena seperti bola.
Yang tidak saya sangka adalah saat mencoba memetik dan memeriksa bola-bola tersebut ada aroma harumnya. Sungguh unik ya..

Bunga gailardia goblin yang menawan

Berikutnya bunga yang masih satu kerabat dengan bunga sepatu, tapi mungkin lebih dekat dan bersaudara dengan bunga Rosela yang biasa dijadikan teh itu.
Namanya hibiscus Mahogany Splendor.
Jujur saya menanam ini akibat sedih hati tidak bisa memiliki tanaman maple. Iya benar, tanaman maple yang terkenal itu tuh, yang di negara 4 musim daunnya berubah kuning orange keemasan di musim gugur. Yang gambarnya sering dijadikan background atau latar pada pc, laptop termasuk hp karena keindahannya.
Memang cantiknya bukan main, tapi apa daya mendatangkan bibit pohon maple itu bukan main sulitnya dan hingga hari ini belum kesampaian juga hasrat hati ini huhu..

Tapi tenggelam dalam kesedihan tentu bukan pilihan. Jadi pencarian akan tanaman yang daunnya mirip dengan maple terus berlanjut.
Satu yang paling cantik dan daunnya berbentuk mirip dengan daun maple adalah daun hibiscus Mahogany splendor ini. Semangat bangkit lagi dong, apalagi biasanya keluarga hibiscus ini cocok di daerah tropis yang cuacanya hangat sepanjang tahun.

Tak salah pilihan saya, meskipun sosoknya bukan pohon melainkan perdu saja. Tapi daunnya yang berwarna merah burgundy dan berbentuk maple bisa menjadi pengobat lara.
Dan kejutannya tanaman ini juga berbunga. Bunganya juga merah merah burgundy, lebih gelap dari warna kembang sepatu merah yang biasa saya lihat.

Hibiscus mahogany splendor flower
Merah burgundy gelap yang memikat

Asyiknya lagi saat Mahogany splendor ini sempat mengalami panas dan kering akibat terlupa menyiram, daunnya berubah warna menjadi kekuningan. Yaayy.. mirip daun maple...

mirip daun maple kannn...

Berikutnya adalah bunga platycodon, atau biasa disebut juga bunga balon.
Bunga ini juga saya tanam dari benih campuran. Dikemasannya ada warna warna biru, pink dan putih. Tapi yang saya dapat hanya warna biru dan putih. Tak mengapalah, toh masih beruntung karena berhasil sampai berbunga tanpa mengalami kesulitan yang berarti.
Cara menanam bunga balon platycodon ini sama saja seperti saya memperlakuan dan merawat bunga dianthus chianti. Dengan media dan lokasi yang sama.

Bunga balon biru yang mekar

Bunga balon putih tampak indah berkilau terkena embun pagi

Ok, para pembaca yang budiman... berhubung saya sudah mulai lelah mengetik dan ada pekerjaan lain menunggu maka saya tutup dulu cerita berkebun kali ini.
Insyaallah lain waktu kita berjumpa lagi dengan cerita saya yang lain lagi.  Rencananya sih di artikel berkebun akan datang saya mau bercerita tentang yang wangi-wangi..
Semangat berkebun dan semoga selalu sehat sejahtera ya..
















2 comments:

  1. Mbak Ami tuh ikan gurame besar banget, brp kilo tuh mbak?. Mr T serem ngelihatnya ko sama gedenya spt badan dia hehe.

    strawberry alpine memang kecil, tp tanaman apapun itu klo kita tanam dr benih senang bukan main klo tanamannya berbakti :) .

    Mahogany splendor daunnya mirip banget maple.

    Gladiol dan dahlia nanam gak mbak?. Happy gardening nya :D .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak Nella,
      Ikan gurame itu kalau ngga salah beratnya 2 kilo lebih, lupa soalnya suami yang nimbang.

      Nah kalau mbak yang bilang mirip daun maple artinya makin yakin memang mirip hehe..
      Gladiol nanam tapi ngga semua berbunga, kebanyakan sibuk beranak aja haha..
      Dahlia ditinggal liburan daunnya habis dimakan belalang hiks :'(

      Delete

Budayakan komentar yang baik ya...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...