Thursday, July 5, 2018

Kisah kebun hingga menjelang musim pancaroba


Alhamdulillah...
Sahabat berkebun dan pembaca setia blog cahaya, apa kabarnya semua ? Semoga dalam keadaan baik dan sentosa saja.
Bagi yang muslim insyaallah sehat setelah detoks tubuh selama bulan Ramadhan lalu dan juga bahagia serta insyaallah menjadi hamba dan manusia lebih baik yang menjadi rahmat bagi semesta setelah idul fitri.. aamiinn..

Berhubung masih bulan Syawal keluarga rumahku bahagiaku selaku pemilik blog Cahaya-4every1 dan kebun Cahaya Garden (dulunya Happy garden) mengucapkan selamat Idul Fitri dan mohon dimaafkan jika mungkin ada kesalahan tanpa disadari dan tanpa disengaja yang kurang berkenan bagi anda.


Oh ya hari lebaran tahun ini pertama kali dalam sejarah merantau kami sekeluarga tidak pulang mudik lebaran.

Selain jatah cuti belum saatnya diambil, juga tahun ini semangat ingin merasakan berlebaran di rumah sendiri bukan di kontrakan lagi hehe...
Makanya libur puasa dan lebaran tahun ini saya tutup jualan lama sekali
soalnya kemaruk membuat kue kering dan berbagai macam menu persiapan lebaran. Sampai-sampai Pak suami kaget luar biasa pas tiba hari lebarannya.

Sebenarnya dia sih tahu saya hobi masak, tapi berhubung puasa dan hanya saya sendiri yang memasaknya, geleng-geleng kepala juga dia heran melihat tenaga dan semangat saya. Padahal pagi hari dia melihat saya menyiram dan nyangkul-nyangkul di kebun plus nyuci segambreng dikiranya bakal lemas kali siangnya haha...


Ada 6 macam kue kering dari nastar hingga salju, belum termasuk kacang bawang dan snack lainnya.

Juga 5 menu utama dari rawon hingga kari ayam bahkan juga ada mpek mpek palembang. Hingga menu pelengkap yaitu salad aneka buah dan blackforest. Bingung dah tamunya mana yang mau disantap duluan hihi...

The making of nastar...   *sok lidah bule

Yang jelas kata pepatah "a way to man's heart is through his stomach" terbukti benar kali ini, yang paling bahagia dan bangga rupanya pak suami tersayang.
Tak disangka malam hari setelah tamu terakhir pulang dan kami makan malam, tangan saya diraih dan dibelai didepan anak sambil berkata semua ini dimasak dan disiapkan oleh tangan kecil istri cantik papa tercinta. So sweettt... terharu huwaaa....

Ehemm... kenapa berubah jadi ajang cerita makanan begini, kan tadi judulnya kisah kebun  ??  *pembaca mengomel dalam hati
Oke oke.. saya kembali ke tujuan mau menceritakan beberapa kisah mengenai apa saja yang yang saya tanam dikebun sejak musim hujan hingga musim pancaroba, peralihan dari musim hujan ke musim kemarau di bulan Juni tahun 2018 ini.

Mundur beberapa bulan kebelakang, dengan semangat sama seperti semangat berlebaran di atas itu tadi (rumit nian bahasa..) selain menyemai benih tanaman yang biasanya, saya menyemai segala macam benih tanaman yang perlu tempat luas. Maklum baru terbebas dari sempitnya halaman rumah kontrakan huhu...
Jagung, labu, semangka, mentimun sebagainya. Kalau ada biji kelapa mungkin saat itu kalap saya semai juga di sana sini saking bergeloranya semangat kemerdekaan berkebun itu.

Semaian mentimun saat mulai tumbuh subur


Semaian apa aja sekarang sudah lupa saya haha...

Untuk sayuran di musim hujan ini kebanyakan saya semai dalam green house mini buatan suami. Karena rupanya banyak sekali belalang yang doyan melalap daun muda. Dari belalang hijau sampai belalang coklat semua ada di kebun hiks..
Makanya yang unik dan mahal benihnya ditaruh disini. Maafkan aku pilih kasih ya tanaman (baru sadar kok berasa jadi ibu tiri kejam saat itu).

Semaian aneka jenis sayur dalam mini greenhouse

Kalau yang ini menghindari diacak kucing

Memang kadangkala menanam itu sedikit repot di awal, terutama dari biji/benih. Tapi begitu sudah tumbuh subur dan apalagi sampai bisa dinikmati hasilnya kerepotan tersebut seolah tidak ada artinya.

Beberapa waktu kemudian (lupa tepatnya hehe...)
Jagung, labu, dkk dalam raised bed

Satu demi satu sudah bisa dinikmati hasilnya. Segala puji bagi yang Maha  Menghidupkan dan Maha Memelihara serta Maha Pemberi rejeki.
Bahkan yang telah mengilhami kita untuk berkebun untuk menikmati salah satu bentuk kebesaran dan kasih sayangnya.

Mentimun sampai tergeletak  
Sawi keriting segar dan besar, ngga habis sekali makan tu senampan ^ ^
Selada hijau keriting dan selada rebonding hihi..

selada merah
Jangan heran kalau seringkali di foto kebun saya terlihat ada bunga marigold, atau cosmos atau zinnia atau... *panjang ternyata kalau disebutin
Itu karena mereka bunga annual (musiman) favorit saya sehingga hampir tak pernah absen saya menyemainya.

Cosmos purity

cosmos cosmic red


Marigold legion

Gomphrena pink merajalela

Juga selalu ada torenia dan celosia yang selalu ada karena selalu tumbuh lagi dari benih-benih tanamannya yang terjatuh sendiri.

Echinacea purple
Semenjak sukses menanam Echinacea dari benih, dan berhasil berbunga saya semakin percaya diri dan mencoba menyemai berbagai jenis Echinacea lagi.

Termasuk varian yang mahal seperti echinacea cheyenne spirit dan echinacea green twister. Beberapa sudah tumbuh.
Yang saya suka dari echinacea adalah tanaman bunga tahunan yang relatif mudah dirawat, agak tahan kekeringan, bunga lambat layu seperti halnya zinnia dan beberapa jenis echinacea tertentu berbau harum manis madu.

Bahkan saat mencium aroma bunga echinacea purpurea purple pikiran saya jadi tersentil dan berpikir sebenarnya bukan bunga yang berbau madu. Tapi justru madulah yang berbau bunga, karena madu memang dikumpulkan dari polen dan nektar bunga-bungaan. Sehingga rasa serta aroma madu dipengaruhi oleh jenis serta karakter bunganya. Entahlah bahasa sainsnya bagaimana itu. Malas mikir saya hehe..

Ada salahsatu bunga yang baru di kebun kami, jenisnya sih bukan istimewa karena jenis pacar air alias impatien balsamina. Tapi yang saya tanam kali ini adalah pacar air bercorak unik yang mengingatkan pada pola bulu anjing dalmation. Daripada susah payah membayangkan, mari dilihat fotonya :

Impatien balsamina
Cantik dan unik ya kan ? Namanya impatiens balsamina peppermint stick.
Kalau tertarik ingin menanam, benihnya akan segera tersedia di katalog Cahaya garden di bulan Juli ini. Tapi stok masih terbatas, jadi siapa cepat dia dapat lho.
Yang uniknya lagi karena benih ini open polinated jadi kemungkinan terjadi kawin silang dengan jenis lain atau bahkan bawaan genetiknya sendiri bisa muncul jenis dan warna baru. Contohnya muncul warna pink dalmation.
Jadi penasaran bagaimana kalau nantinya sampai ada warna purple dalmation, cakep pastinya. Hayo pencinta flora yang punya panggilan jiwa sebagai breeder silahkan diutak atik jadi penghulunya.

Diantara banyak bunga yang saya tanam yang berbunga adalah bunga Phlox, jenis twinkle kalau tidak salah. Seperti biasa, setiap jenis bunga yang saya jual selalu saya sisakan sedikit untuk saya tanam. Entah itu saya tanam duluan atau saya tanam belakangan. Yang jelas bisa tumbuh meskipun tidak semua bisa bertahan hingga berbunga atau berbuah. Namanya juga makhluk hidup bisa mati kapan saja akibat sesuatu ya kan ?
Bunga Phlox twinkle ini waktu kecil sempat saya kira gulma lho karena saya lupa memberi label pada wadah semainya. Payahnya lagi saya malah tidak ingat kalau ada menyemai phlox twinkle. Yah salahsatu sisi buruk over dosis semangat berkebun *malu
Untungnya saya biarkan saja terus tumbuh, toh kalaupun ternyata adalah gulma nanti bisa dicabut dan dijadikan kompos.

Cantiknya bunga Phlox twinkle

Ah.. satu hampir terlupa, kalau di katalog juga akan segera tersedia benih jagung permata alias corn glass gem.

Diantara beberapa tongkol jagung hasil panen glass gem corn

Karena ini hasil kebun sendiri maka harganya terjangkau sekali. Tapi jangan khawatir, sudah saya uji germinasi dan hasilnya bagus.

Waww.. tumbuh semua... !!
Bagi pekebun yang suka tantangan dan senang keunikan, ini salahsatu yang sayang sekali kalau dilewatkan.. Apalagi jagung cuma hitungan bulan sejak semai hingga panen. Makanya sampai ada istilah seumur jagung hehe...

Sebenarnya masih banyak cerita lainnya tapi kalau digabung disini terlalu panjang. Insya allah lain waktu disambung lagi dengan kisah selanjutnya
Sampai jumpaaaa....

9 comments:

  1. Mba Ami buanyak banget yg ditanam, seneng aku ngelihat hasilnya gitu :D . Aq klo semangat 45 semai bibit, eh giliran harus dipindah ke pot besar, tuh pas lagi malas2nya, jadi kebanyakan ya mati gitu aja :D . Eh iya bikin kue kering tuh luamaaa, giliran makannya sekejap mata haha :D .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Nella, kalau yang subur senang dilihat mata. Giliran yang kena hama penyakit bikin sakit mata dan sakit hati. Suka duka berkebun ya hehe...

      Nah repotting bibit itu juga kadang aku kalau lagi ribet atau malas bisa tertunda tunda deh

      Delete
    2. Hahaha iya mba, kalau kena hama bikin kesel banget tuh, spt tomat2ku kena spider mites, ah sudah malaslah ngurusinnya.
      Repotting klo ditunda-tunda, akhirnya pada mati tuh hasil semaian, dibuang deh hehe..
      Yg bahagia nih lihat zinnia hijau akhirnya berbunga dong, sama yg campuran aq nanam juga. Klo dulu2 selalu langsung tabur aja, thn ini disemai di tray dulu trus dipindahin pas agak besar dan sukses dong, seneng bangett :) .

      Delete
    3. Zinnia Envy ya mbak Nella ?
      Berkebun kalau punya tray semai memang terasa bedanya ya.. Membantu sekali terutama kalau menyemai biji benih biar lebih mudah dan terlihat rapi :D

      Delete
    4. Iya mba zinnia green envy, akhirnya berhasil liat langsung dan punya sendiri bunga ini,. Suka deh bunganya rame :) ini ku upload di album online flikr https://flic.kr/p/MQanef . Kalu mau liat2 album kebunku ini link https://flic.kr/s/aHsm23wzns nya jarang2 sih upload kesini lupa mulu hehe . Menyemai pakai tray iya supaya rapih, lebih irit metan dan mudah saat mau disiram.

      Delete
  2. Hebat ikh mba jago dan suka berkebunnya. Seperti mama saya. Sayangnya tidak menular ke saya, karena saya kurang ngerti kalau soal berkebun. Tetapi ikut seneng kalau mgeliat tanaman-tanaman yang tumbuh subur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalau mamanya Bunda Erysha suka dan jago berkebun sepertinya tidak perlu menunggu ketularan deh, mana tahu malah otomatis terwariskan ke Bunda Erysha nanti :)

      Delete
  3. Alhamdulillah ketemu blog ini. Senangnyaaaaa ketemu sesama pencinta berkebun...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak Indah... saya juga senang sekali setiap mendapat teman baru, apalagi kalau ternyata hobi berkebun juga :)

      Delete

Budayakan komentar yang baik ya....

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...