Tuesday, June 16, 2015

Mengintip tanaman sayuran di kebun

Sayurr.. sayurrr...
Kemarin sore saat iseng mengamati kalender untuk menentukan tanggal pengajuan cuti lebaran, saya tersadar, ternyata sekarang sudah pertengahan bulan Juni dan saya sama sekali belum menulis dan berbagi cerita. Cepat sekali waktu berlari ya...

Daripada lupa dan sebelum sibuk ria saya sempatkan diri dulu deh bercerita.
Barangkali saja ada diantara teman-teman yang kangen dan ingin mengetahui gimana keadaan kebun rumah bahagia terkini hehe.. Ge er tingkat tinggi :P

Sebelumnya saya mau bahas dulu mengenai keadaan cuaca bulan Juni di sini.
Bulan ini seperti bulan Mei yang lalu cuacanya masih sangat nyaman dan bersahabat buat gardeners di wilayah tropis, Soalnya hujan masih turun teratur tiap 3-4 hari, diantara sela menunggu hujan turun hanya 1 hari cerah, sisanya mendung kadang disertai gerimis kecil sebentar. Sempurna kalau kata saya.

Makanya di tengah dan akhir bulan Mei serta awal bulan Juni ini saya menyemai benih tanaman seperti orang kesurupan :vD

Banyak benih dengan banyak macam ragamnya.
Dari benih bunga hingga benih sayuran saya tebar-tebar ke sana kemari, selain itu saya juga rajin bikin stek termasuk mencangkok tanaman buah.

Nah, di antara semua kegiatan itu jika kebetulan sedang ingat dan sempat, dan pas ada bawa hp atau kamera beberapa diantaranya sempat saya foto sebagai barang buktinya hehe..
Yuk di intip...

Di bagian raised bed A ini, ada beberapa sayuran daun yang usianya berbeda.
Dari sawi keriting hingga selada dan pakchoi. Yang terbesar adalah sawi keriting, dan sudah mulai bisa di panen.
Menanam sayur di rumah / lahan sempit
Sawinya sudah rimbun sekali
Di belakangnya sawi tersebut ada tanaman terong yang juga sudah mulai tumbuh membesar. Saya lupa itu jenis terong yang mana tapi kemungkinan sih terong putih.

Pada tanaman sayur daun sejenis sawi, pakchoy dan selada, saya panennya tidak dengan di cabut ya, melainkan petik dari bagian pangkalnya ke atas.
Dengan cara ini tanaman sayur saya bisa terus tumbuh dan saya selalu bisa punya suplai sayur segar dari kebun. Jangan tanya rasanya bagaimana, super enakkk :tup
Sayur organik yang tidak pakai ribet dan mahal bukan cuma di mimpi adanya lho.

Berikutnya mari kita ke bagian pakchoi merah. Meskipun sebelumnya suami tercinta rada tidak percaya, toh begitu si pakchoy merah ini mulai tumbuh besar akhirnya mau tidak mau ya menatap dengan ekspresi "oke kamu benar" :O

Pakchoy merah
Red pakchoy ini masih kecil aja sudah enak di pandang, apalagi kalau sudah besar ya.
Entah nanti bakal di makan atau bakal hanya jadi hiasan karena terlalu sayang xD

Selain sayuran daun ada pula si kedelai impor nih. Namanya Edamame, katanya sih kedelai jepang dan katanya pula kalau rasanya lebih enak.

kedelai edamame
Benihnya sih memang terlihat lebih besar dari kedelai lokal. Entah benar atau tidak nanti kita buktikan ya kalau saya berhasil sampai ke panen Edamamenya.

Sayuran lainnya ada juga kol, kembang kol, brokoli, kapri, timun dan buncis.
Timun dan buncis mulai belajar merambat jadi oleh suami sudah disiapkan tempat rambatannya sedangkan yang lain masih baru keluar dari tempat penyemaian.

Nanti akan terus saya coba update perkembangannya.
Juga berbagi cerita mengenai sayuran yang lainnya, karena masih banyak jenisnya 8)

Namun semoga saja cuacanya terus berlanjut seperti ini. kalau perlu sepanjang tahun begini, adem-adem saja *ngarap.com


Nah bagi kawan-kawan yang sudah mengintip, tunggu apa lagi, segera deh semai benih sayuran kalian. Semoga sukses sampai ke panen ya..












6 comments:

  1. Mbak Aami, kedelai bgm diolahnya? setau aku buat bikin tempe dan kecap kan. Klo buat sayur sama gak diolah mirip kacang kapri?. Aku sebel baru nanam packcoy hidroponik, eh banyak kutu (hijau) nya. Klo kesel sdh memuncak, nantinya kubuang aja deh sayurnya hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Simpelnya sih di rebus atau di kukus aja mbak, tapi kalau mau di olah banyak resep masaknya yang bikin ngiler di internet. Yang bikin ngiler dipanggang trus masukin ke salad.

      Wah kalau hidroponik dipandangan aku sekarang agak ribet mbak, soalnya ngatur nutrisi trus aliran airnya yang mesti pakai pompa, listrik mahal hehe.. kecuali ada pompa pakai tenaga surya baru mungkin aku tertarik.
      Mendingan langsung kulempar ke tanah atau pot benihnya haha..
      Jangan di buang mbak pakchoinya, di panen muda aja malah lebih lembut dimakan ;)
      Btw disana ada jual insect net ngga ?

      Delete
  2. Mbak aku pernah beli bibit brokoli warnya kok ada ijo2nya gitu.. semacam pewarna dan bisa luntur.. itu kalo nyemai harus dicuci dulu atau gimana ya mbak...? Prnah nyemai sih pke kapas.. tp malah busuk.. mungkin karna ku tempatkan di dalam kamar... ( Mirip percobaan kacang ijo waktu smp hihihi)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau benih seperti diselimuti lapisan berwarna entah hijau atau pink itu biasanya benihnya sudah dilapisi dengan fungisida oleh produsen benihnya supaya benih tidak diserang penyakit saat penyemaian. Misalnya karena jamur yang ada pada media tanam.

      Benih brokoli langsung semai saja sedalam 1/2 hingga 1 cm pada media tanam di polibek kecil. Siram lalu letakkan di tempat yang kena matahari pagi :)

      Delete

Budayakan komentar yang baik ya....

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...