Tuesday, June 24, 2014

Cara menyimpan umbi tanaman bunga dan cara cold treatment umbi bunga dari negara 4 musim

umbi bunga gladiolus setelah 3 bulan disimpan

Bagi para gardeners sejati, pasti pernah pernah mengalami yang namanya suka duka menanam tanaman dari benih / biji. Benar - benar tantangan karena mencoba membuat sesuatu yang tadinya kecil dan terlihat mati menjadi tumbuh dan besar. Ibarat membesarkan anak hanya yang ini sulitnya tidak bisa berbicara mengenai apa yang di inginkan dan diperlukannya. Jadi trial dan error sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan para gardeners sejagat hehe..


umbi / rimpang bunga sedap malam
Lantas bagaimana dengan menanam tanaman bukan melalui biji / benihnya ? apa bakal lebih mudah ? Mungkin.. tapi tetap saja tidak ada jaminan hasilnya bakal seperti yang diinginkan. Berbagai tantangan tetap menghantui, entah itu menanam dengan umbi, rimpang, stek, cangkok dll.
Nah kali ini saya mau membahas yang menanam umbi dulu deh, karena dulu seperti kebanyakan orang yang masih buta tentang tanam ria, saya menganggap bahwa menanam dengan bibit berupa umbi pasti lebih mudah. Buktinya jahe, kunyit dan lengkuas di kebun yang notabene tidak pernah diurus tumbuh subur dengan hanya bermodalkan tanah serta limpahan sinar matahari dan air hujan dari langit.
umbi bunga amarylis
Salah besar ternyata.. Memang ada beberapa yang begitu tahan banting namun ada pula yang sangat fragile alias rentan, terutama bila tidak ditanam pada lokasi dan kondisi yang seharusnya.
Sebut saja tanaman dari daerah dingin ditanam di daerah panas, begitu juga sebaliknya.

Namun tak cukup sampai disitu, tantangan juga ternyata bisa datang bukan hanya dari lingkungan. Melainkan dari si penanam sendiri.. makin bingung kan ? hehe... Maksudnya kadangkala kita menemui berbagai kendala yang datangnya dari kita sendiri, entah memang tertunda menanamnya secara sengaja maupun tak sengaja semisal mendadak ada kesibukan, tiba - tiba keserang penyakit malas dsb.
Nah alasan - alasan di atas saya pernah mengalaminya karena itu saya mencari cara untuk menyimpan umbi - umbi tanaman yang saya miliki agar tidak rusak meski belum ditanam.

Pertama - tama yang kita perlukan adalah meyakinkan kalau umbi tersebut dalam keadaan kering bagian luarnya. Caranya dengan dikering anginkan di tempat teduh namun sirkulasi udaranya baik. Lalu kita siapkan beberapa lembar tisu, koran / kantung kertas dan kantung plastik.
Selanjutnya umbi - umbi yang sudah kering bagian luarnya kita bungkus dengan lapisan tisu ( bisa di skip namun baik buat ekstra penyerap kelembaban ) lalu dibungkus lapisan koran, jika anda punya kantung kertas bisa dimasukkan kantung kertas. Jika tidak punya bisa diskip juga kantung kertasnya. Lalu umbi - mbi yang telah dilapisi tisu dan koran tersebut dimasukkan ke dalam kantung keresek. Untuk umbi sejenis yang memang kering semisal gladiolus bisa kita gabung saja, namun untuk yang agak basah sebaiknya bungkus satu persatu dulu dengan tisu (biasanya jenis umbi lapis atau bawang - bawangan seperti tulip dan lily agak basah). Lalu pada kantung keresek bisa kita beri label nama tanaman dan tanggal mulai disimpan agar tidak lupa. Bisa dengan spidol permanent atau cara lainnya.
Terakhir kantung plastik berisi umbi tersebut kita masukkan ke lemari pendingin di bagian sayur. Beres deh..
Yang kita lakukan hanya perlu mengeceknya sekali seminggu. Jika lapisan tisu dan korannya mulai lembab dan basah maka kita ganti dengan yang baru. Jika kantung plastiknya yang basah bisa kita ganti juga, namun saya lebih suka mengelapnya dengan sisa tisu yang mulai lembab tadi hingga plastiknya tidak basah lagi.
umbi bunga dimasukkan di plastik

Dengan cara tersebut umbi - umbi tanaman yang kita simpan bisa bertahan hingga beberapa bulan ( saya pernah menyimpan selama 3 bulan lebih ) dengan kondisi masih baik. Kemudian jika menurut anda sudah saatnya mereka ditanam, tinggal dikeluarkan dari kulkas dan ditaruh di tempat sejuk dan kering dulu biar tidak kaget baru secara bertahap mulai ditanam dan di kenalkan dengan cerah dan hangatnya hari..

Oh ya, kemungkinan ada yang heran kenapa serepot itu caranya.. Karena menurut saya negara kita iklimnya tidak sama dengan negara sub tropis yang mempunyai musim dingin. Di negara yang punya musim dingin cukup menyimpannya ditempat kering, dingin dan gelap. Mungkin dalam sekotak pasir atau cocopeat yang kering dan ditaruh digarasi / gudang sementara menunggu musim semi atau musim panas. Tapi di negara tropis yang suhunya rata - rata panas dan lembab, jika cara menyimpan umbinya tidak benar maka besar kemungkinan umbi - umbi tersebut akan rusak. Jika di simpan di tempat lembab kemungkinannya ada 2, yaitu umbinya tumbuh atau malah umbinya ditumbuhi jamur. Sementara jika di simpan di tempat kering dan hangat umbi mengering sangat cepat hingga semakin lama umbi menyusut dan menjadi kempes / kempot yang akhirnya juga merusak umbi.

Maka dari itulah saya menganjurkan cara penyimpanan umbi seperti di atas. Terutama umbi yang menurut anda berharga. Seperti umbi bunga yang mungkin jadi favorit anda atau mungkin umbi yang sulit dicari yang jika rusak bisa bikin anda sedih..

Bahkan sebenarnya cara ini menyimpan umbi ini sering digunakan sebagai cara untuk cold treatment atau stratification buat umbi - umbi bunga yang perlu mengalami suhu dingin (over winter ) agar bisa tumbuh dan berbunga. Contohnya umbi bunga tulip, hyacinth, crocus, anemone, narcissus / daffodil, dkk.

Penting diperhatikan agar tidak menyimpan atau melakukan cold treatment didalam kulkas yang berisi buah / sayur terutama apel. Karena mereka mengeluarkan semacam gas yang disebut Ethylen yang bisa merusak bakal bunga umbinya.

Menanam umbi hyacinth dan tulip
Cold treatment di wadah kedap udara
Perkembangan umbi hyacinth setelah sebulan di kulkas. Mulai tumbuh akarnya.

Kalau terpaksa harus cold treatment dalam kulkas yang sama coba gunakan wadah yang kedap udara semisal plastik ziplock atau toples kedap udara.

Umbi daffodil setelah sebulan (4 minggu) di kulkas juga mulai tumbuh akar

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah, saat menanam umbi yang baru selesai di cold treatment ada baiknya melakukannya secara bertahap. Yaitu di taruh di bagian paling sejuk di rumah kemudian beberapa hari kemudian mulai ditaruh ke tempat agak hangat kemudian barulah di taruh di lokasi yang ideal.
Cara ini dilakukan karena bisa mempengaruhi pertumbuhan tanamannya. Karena selain dipengaruhi kualitas umbinya, perubahan suhu mendadak juga bisa menyebabkan umbi bunga gagal tumbuh, gagal berbunga atau kualitas bunganya tidak maksimal.

Sedangkan untuk berapa lama perlakuan cold treatment, itu tergantung jenis umbinya.
Rata-rata antara 8 - 16 minggu. Tapi standar umumnya sekitar 12 minggu (3 bulan).

Demikian tips cara menyimpan umbi bunga yang baik dari saya, semoga bermanfaat bagi semua..
Happy gardening...


Anda mungkin tertarik membaca :
Cara menyimpan benih tanaman yang baik
cara menyelamatkan umbi bunga yang rusak



12 comments:

  1. Salam kenal...
    Tips nya bagus mb, cocok untuk saya yang baru memulai cold treatment pada umbi amarilys :)

    ReplyDelete
  2. Salam kenal juga mbak :)
    Kalau menanam umbi amarylis di daerah tropis sepengetahuan saya tidak di cold treatment juga tidak mengapa. Caranya setelah usai berbunga biasanya dibiarkan saja tanpa perlu sering disiram sis biar tidur (dormant) dulu. Setelah mengalami masa kering atau dry period kemudian baru mulai disiram dan dipupuk lagi, biasanya nanti akan berbunga kembali.. Kalau umbi amarylis saya simpan dengan cara tersebut sebenarnya lebih kepada kekurangan tempat sehingga harus bergiliran nanamnya dengan umbi bunga lainnya :D

    ReplyDelete
  3. Ibu.. Saya mau beli umbi tulip dimana yaa?

    Kalau bisa saya benar2 cari warna hitam dan pink muda ada shade kekuningan dan hijau mudanya.

    Susah sekali... Kebanyakan mereka ga mau tau jualnya mix mix begitu. :(

    Kalau ibu tahu dimana saya bisa beli itu atau pesan itu impor saya sangat berterima kasih sekali.

    Mohon info dan bantuannya bu. Terima kasih.

    ReplyDelete
  4. Hai Amelia, kayaknya saat ini penjualan umbi tulip di LN sudah lewat karena sekarang sudah musim semi.

    Memang kebanyakan penjual umbi tulip membeli dan menjual dalam bentuk mix supaya dapat banyak warna dan kemungkinan harganya lebih murah.

    Tulip warna hitam dan bicolor yg Amelia gambarkan itu kalau tidak salah di LN juga masuk jenis tulip yang premium lho, lebih mahal dan stocknya tidak sebanyak tulip lainnya

    ReplyDelete
  5. klo umbi bunga gladiol itu harus dicold treatment juga ya mbak? klo gak dicold treatment gmn mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mayang, umbi gladiol tidak perlu cold treatment kok. Cuma kalau belum sempat di tanam dalam jangka waktu tertentu ( 1 bulan misalnya), sebaiknya disimpan ditempat yang kering dan sejuk supaya umbinya tidak cepat rusak :)

      Delete
  6. Mbak saya tanam gladiol sekarang tunas sudah setinggi kira2 8cm . Pertanyaan saya kira2 boleh nggak di kasih pupuk spy bunganya sehat, tks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak Dewi,
      Boleh saja gladiolusnya di kasih pupuk. Tapi sebaiknya ikuti aturan pakainya pupuknya. Kalau saya pribadi lebih memilih media tanamnya yang lebih dulu di campur kompos atau pupuk kandang.
      Nanti setelah mulai dewasa baru saya beri pupuk cair atau pupuk slow release :)

      Delete
  7. mba tanya donk, umbi gladiol biasanya numbuh tunasnya berapa lama ya? sama umbi lily itu perlu cold treatment gk..? trimksih... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umbi gladiol tumbuhnya bergantung kepada kelembaban dan cuaca, namun biasanya setelah berakar tidak lama kemudian akan muncul tunasnya :)
      Untuk mempercepat munculnya akar bisa merendam umbinya di wadah berisi air selama beberapa hari.

      Untuk beberapa jenis lily misalnya asiatic lily tidak perlu cold treatment :)

      Delete
  8. Salam kenal mba.. mau tanya donk.. umbi2anya (umbi bunga negara 4 musim) beli dimana ya? Udah Saya ubek di toko online lokal kok gak ada.. mentok jualnya biji.. apa adanya cuma di LN, kalau LN situsnya biasanya apa..? Terimakasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salamn kemnmal mas Rojali,
      Iya saya belinya di luar negeri, kadang di Eropa dan kadang di Amerika.
      Adapula yang dari oleh-oleh suami pas keluar negeri :)

      Delete

Budayakan komentar yang baik ya....

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...