Sunday, June 29, 2014

Menanam swiss chard

swiss chard seeds picture
beginilah bentuk benih / biji swiss chard

Jika ada beberapa jenis sayur yang bisa membuat saya sangat - sangat tertarik untuk menanamnya salahsatunya adalah swiss chard. Yap, saya jatuh cinta pada pandangan pertama pada tanaman sayur ini. Bagaimana tidak jika selama ini sayuran daun yang saya lihat dan saya tanam rata-rata warnanya hijau dan hijau saja. Akibat melihat swiss chard di internet, melihat swiss chard di televisi akhirnya saya melihat swiss chard dimana-mana termasuk di dalam mimpi haha...

setelah sekitar 2 minggu sejak semai

Alhamdulillah setelah sekian lama terobsesi tibalah waktunya saya mendapatkan benihnya, cihuiii....

Cara menanam swiss chard biasa saja, saya hanya siapkan media tanam berupa campuran tanah, kompos dan pupuk kandang dalam polybag kecil lalu membuat lubang kecil dengan jari saya sedalam 1 cm, dilanjutkan menyemai benih swiss chard satu persatu kedalamnya lalu menutupnya dengan media tanam lagi. Siram secukupnya kemudian saya taruh ditempat teduh dan terang tapi tidak terkena sinar matahari terik dan hujan secara langsung. Saya hanya menyemai kurang dari sepuluh benih swiss chard, karena berdasarkan gambar yang saya lihat tanaman sayur swiss chard ini tajuknya besar, seperti kembang kol atau brokoli. Jadi menurut saya jumlah itu cukup buat keluarga kecil saya selain karena alasan kekurangan tempat menanamnya hehe..

 Sehari, dua hari, tiga hari... enam hari kemudian saya melihat sesuatu yang tampak hijau, i'm so happy... Benih swiss chardnya sudah mulai tumbuh. Dan kira-kira sepuluh hari kemudian mulai tampak warna swiss chard yang kutanam. Ada yang warnanya kuning dan ada yang merah, meskipun saat pertama tumbuh mereka serupa, batangnya merah.
swiss chard putih
sepertinya yang ini swiss chard yang batangnya putih
Bagi yang belum pernah menanam sayuran seperti pakchoy, swiss chard dan sayur lainnya yang sosoknya merumpun akan bingung perlakuan apalagi setelah benih tumbuh terutamanya jika terlihat kurus dan jangkung karena kekurangan sinar matahari pagi. Cara mudahnya cukup menambahkan media tanam hingga hampir setinggi daun yang pertama tumbuh. Di situlah titik pertumbuhan daun - daun baru berikutnya.

Oh ya, ternyata jika benih/biji swiss chard yang besar terdiri dari 2 atau lebih biji yang menempel. Sehingga sewaktu ditanam akan muncul lebih dari 1 tunas swiss chard. Seperti pada foto di bawah.
Dari 1 benih besar muncul 3 tunas

Agar bibitnya tidak rusak maka saya tidak berani memisahkannya duluan, jadinya hanya saya rebahkan semuanya ke arah berlawanan. Saya harap seperti pada sawi dan pakchoy, pada pangkal titik tumbuhnya akan tumbuh akar. Nah saat sudah mulai berakar agak banyak barulah mereka dipisahkan.

Untuk yang bertanya kenapa ada lidi di situ, well itu untuk mencegah berbagai pengganggu seperti kucing liar dan ayam entah milik siapa yang sering berkeliaran di lingkungan rumah saya. Lihat saja ada daun swiss chard yang kena patuk. Ck..ck..
Untung saya segera mengetahuinya sebelum mereka berbuat lebih dari itu.

Kembali ke swiss chard, saya sedikit cemas karena belakangan ini karena cuaca kurang bersahabat. Hampir setiap hari hujan sehingga tanaman-tanaman yang masih kecil tampak lemah dan lambat tumbuhnya karena kekurangan sinar matahari. Tanaman yang sudah besar sih malah bersuka ria mendapat limpahan air ini. Tapi mudah - mudahan saja para swiss chard yang masih mungil-mungil ini bisa tumbuh subur dikebunku seperti dalam mimpiku itu.

Oya, jika berminat menanamnya benih swisschard brightlight bisa gardeners dapat di laman ini



No comments:

Post a Comment

Budayakan komentar yang baik ya...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...