Tuesday, June 17, 2014

Save our bulbs (selamatkan para umbi)

Judulnya mungkin terdengar sangat berlebihan, namun hal tersebut benar terjadi dan benar saya lakukan. Berawal dari keinginan memiliki beberapa tanaman bunga yang 3S (baca : sangat sulit sekali) dicari di 
umbi bunga lily yang rusak
negara tropis Indonesia tercinta ini. Maka nekat menghubungi sahabat sesama blogger yaitu seorang wanita cantik dan baik hati yang  berdomisili di negara 4 musim nun jauh di mata.  Singkat cerita tibalah harinya dimana paket berisi umbi bunga yang saya idam - idamkan berhasil sampai dengan selamat di tangan saya. Namun meskipun begitu rupanya cerita ini belum saatnya mengalami happy ending, karena begitu saya buka dengan perasaan campur aduk antara senang dan penasaran, saya tertegun.. Beberapa diantara umbi bunga tersebut dalam keadaan memprihatinkan, terlihat lembab dan berjamur terutama umbi bunga lily. Pasti dikarenakan terlalu lama berada dalam paket yang menempuh perjalanan panjang. Beberapa saat kemudian reaksi saya adalah PANIK...


Cepat - cepat saya keluarkan dan ikuti instruksi cara menanamnya sesuai yang saya ingat, yaitu rendam dengan air selama beberapa saat kemudian kubur dalam tanah, siram secukupnya dan di letakkan di lokasi hangat dan terang. Hari demi hari dengan perasaan harap - harap cemas saya nantikan perkembangannya.
olesi fungisida yang mengandung zpt

Seminggu berlalu dan suatu sore menjelang senja saya tak tahan lagi, akhirnya saya coba mengintip dan menggali perlahan agar bisa melihat keadaan umbi yang saya tanam. Kemudian saya benar - benar shock rasanya, karena umbi - umbi itu malah terlihat membusuk. Astaga.. astaga... mulut saya komat - kamit karena melihat pemandangan tersebut.
Lemas rasanya dan hampir saja menangis dibuatnya.
Setelah cukup lama terdiam dalam kesedihan, dengan perasaan masih tak karuan saya mulai kumpulkan semua umbi yang nasibnya mengenaskan tersebut. Saya letakkan di atas hamparan koran, lalu taruh di tempat yang kering dan terang. Rencana besok - besok akan saya jadikan kompos saja dicampur sisa sampah dapur ( tragis rasanya memikirkan hal itu disaat itu). Bayangin aja bakal bunga idaman malah harus dijadiin sampah, sungguh tak rela hati ini huhu...
mulai berakar

Selang 2 hari kemudian saat akan mulai melaksanakan rencana putus asa tersebut, saya teringat bahwa saya memiliki 1 botol fungisida yang sekaligus mengandung zpt juga. Cepat - cepat saya ambil fungisida tersebut lalu saya periksa umbi - umbi kemarin. Keadaannya tak banyak berubah, namun sekarang saya sudah tau apa yang seharusnya dilakukan dan seharusnya dilakukan sejak awal. Sambil mengomeli diri sendiri kenapa baru sadar sekarang, saya mulai melakukan tindakan penyelamatan.

Pertama - tama saya potong semua akar pada umbi (akarnya memang telah mati sejak paket diterima), lalu lapisan - lapisan pada umbi yang sudah rusak saya buang hingga terlihat lapisan dalam dan sedikit pangkal umbi. Memang hal ini membuat ukuran umbi yang tadinya besar akan menjadi jauh lebih kecil. Bahkan beberapa umbi tak ada yang tersisa, semuanya busuk dari luar hingga ke dalam.. too late to rescue rupanya hiks.. hiks.. pity me..
Nah setelah terlihat lumayan dari sebelumnya, saya mulai mengoleskan fungisida yang mengandung zpt tersebut pada sekeliling pangkal dan bawah umbi.
akar yang baru bertumbuhan
Lalu pada media tanam saya membuat lubang seukuran besar umbi dengan dalam kurang lebih 1 cm yang kemudian saya siram dengan sedikit air hingga lembab. Lalu saya letakkan umbi yang sudah diolesi kedalam lubang tersebut kemudian saya tutup sekelilingnya dengan tanah hanya setebal sekitar 1 cm. Agar saya lebih mudah memantau perkembangannya. ( beda dengan sebelumnya yang saya tanam hingga terkubur sampai umbi tak terlihat lagi ). Oya kali ini saya juga tidak menyiram lagi setelah setelah menanam umbi - umbi tersebut. Kuatir busuk kembali umbi - umbinya.

Minggu depannya, saya mulai mengecek kembali keadaan umbinya. Kali ini bukan panik yang melanda, tapi surprise karena melihat ada perkembangan bagus. Beberapa umbi terlihat mulai berakar.. betapa senangnya hati ini.. Apalagi minggu berikutnya ada umbi yang mulai terlihat benar - benar tumbuh. Ditandai dengan munculnya kuncup tanaman berwarna hijau dari dalam umbi tersebut. Artinya berhasil dong, dan cara ini bisa dipakai sebagai acuan cara menanam umbi bunga lily. Untung saja saya sempat belajar dari pengalaman pertama ini. Padahal sebelumnya sempat mengira telah gagal total.
Now just wait and see.. Semoga saja kisah tanaman bunga lily ku yang tersisa ini berakhir bahagia...

growing lily bulbs
umbi bunga asiatic lily mulai bertunas

Baca juga :

No comments:

Post a Comment

Budayakan komentar yang baik ya....

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...