Saturday, June 7, 2014

Tanaman jaheku yang sedang berbunga

cahaya-4every1/ginger
ginger flower  

Ginger.. adalah bahasa inggris untuk jahe. Terdengar hangat dan eksotis ya ? Sehangat rasa jahe.
Siapa sih yang tidak kenal jahe ? terutama wanita yang hobi masak. Jahe termasuk dalam kategori herbal dan rempah. Penggunaannya tidak terbatas, dari makanan dan minuman saja, namun juga sebagai obat alami.
Pada makanan contohnya sering digunakan pada sup, karih, bubur ( dari bubur ayam sampai bubur kacang hijau ) bayangkan kalau ngga pakai jahe, rasanya bakal ada yang kurang. Pada minuman misalnya wedang jahe, lemon jahe, kopi jahe dll. Untuk kue bisa diolah jadi ginger cake atau ginger cookies (biskuit jahe). Sedangkan sebagai obat herbal jahe dipercaya berkhasiat untuk ramuan obat batuk, mengatasi masuk angin, menghangatkan dan menjaga daya tahan tubuh hingga konon membantu masalah keperkasaan.

Untuk yang terakhir ada tips dari seorang kawan yang mengatakan bahwa beberapa suami yang dia kenal berhasil membuat istrinya hamil lewat terapi kesuburan dengan cara menggigit (mengunyah sepotong jahe seukuran jempol tangan) setiap pagi. Entah benar secara ilmiah atau tidaknya...

Kita mengenal jahe ada 2 macam, yaitu jahe putih dan jahe merah. Perbedaan jahe putih dan merah ini terletak pada warna kulit dan aroma serta rasanya. Kalau pada jahe putih lapisan kulitnya kuning kecoklatan maka pada jahe merah kulitnya berwarna merah. Untuk rasa dan aromanya, jahe putih lebih lembut dan terkesan manis sedangkan pada jahe merah lebih "garang" karena rasa dan aromanya cenderung lebih pedas dan lebih pahit atau istilahnya lebih tajam dibanding jahe putih. Mungkin ibaratnya manusia, jahe putih lambang wanita sedangkan yang merah versi prianya (yang ini ngaco.com hehe)

Lanjut yuk..
cahaya-4every1/grow ginger
jahe di pot
Karena berbagai macam manfaat jahe itulah saya termasuk salahsatu yang menjadikan jahe tanaman wajib yang harus ada di kebun. Dulu saya menanam 2 jenis jahe ini, namun sekarang sepertinya hanya tersisa yang merah, mungkin jahe yang putih kalah cepat tumbuhnya dibanding jahe merah yang memang agresif..
Untuk skala rumahan menanam jahe cukup di pot saja apalagi kalau hanya punya halaman atau kebun kecil karena dikhawatirkan bakal jadi invasif. Kecuali anda tak masalah punya semak belukar jahe di halaman anda. Cara menanamnya cukup gampang, anda cukup mengubur rimpang jahe yang anda beli di pasar atau tukang sayur atau edisi gratisan dengan minta kepada teman atau tetangga yang punya dengan lapisan tanah setebal 1-2 cm... Siram sesekali tergantung cuaca (jangan keseringan, nanti busuk ) dan beberapa waktu kemudian anda sudah memiliki tanaman jahe sendiri. kalau rimpangnya mulai banyak dan beranak pinak bisa mulai dipanen dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan..
Mantapkan kalau dimusim hujan menikmati sup atau minum wedang jahe dan musim panas makan bubur kacang hijau atau es limun buatan sendiri yang ditambahkan jahe segar dari hasil kebun sendiri.
Seperti saya yang sekarang duduk menghirup secangkir kopi jahe sambil memandang tanaman jahe saya yang sedang berbunga indah..


No comments:

Post a Comment

Budayakan komentar yang baik ya...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...